Kesalahan Umum Saat CNC Machining Material Komposit
CNC machining pada material komposit membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan machining logam. Karakter material yang ringan, abrasif, dan berlapis membuat proses ini rentan terhadap berbagai kesalahan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kesalahan kecil dapat menyebabkan delaminasi, tool cepat aus, hingga produk gagal digunakan.
Berikut adalah kesalahan umum yang sering terjadi saat CNC machining material komposit beserta dampaknya.
1. Menggunakan Cutting Tool yang Tidak Sesuai
Salah satu kesalahan paling sering adalah menggunakan cutting tool standar yang biasa dipakai untuk logam.
Dampak:
-
Tool cepat tumpul
-
Serat komposit terkelupas
-
Permukaan hasil potong kasar
Solusi:
Gunakan cutting tool khusus material komposit seperti diamond-coated atau PCD (Polycrystalline Diamond) dengan geometri anti-delaminasi.
2. Parameter Machining Tidak Tepat
Menggunakan feed rate atau spindle speed yang terlalu agresif dapat merusak struktur serat.
Dampak:
-
Delaminasi antar lapisan
-
Retak mikro pada resin
-
Dimensi tidak akurat
Solusi:
Gunakan spindle speed tinggi dengan depth of cut dangkal dan feed rate stabil untuk menjaga integritas material.
3. Tekanan Penjepitan Terlalu Kuat
Material komposit lebih fleksibel dibanding logam, sehingga mudah berubah bentuk saat dijepit.
Dampak:
-
Deformasi material
-
Ketidaksesuaian ukuran setelah dilepas
-
Cacat permanen pada produk
Solusi:
Gunakan vacuum table atau sistem penjepitan dengan tekanan rendah dan merata.
4. Mengabaikan Risiko Delaminasi
Delaminasi sering terjadi di bagian tepi atau sudut saat proses milling atau drilling.
Dampak:
-
Kualitas produk menurun
-
Produk gagal lolos inspeksi
-
Scrap rate meningkat
Solusi:
Gunakan tool dengan sudut potong khusus, arah pemotongan yang tepat, dan strategi climb milling.
5. Tidak Mengontrol Debu Machining
Proses CNC komposit menghasilkan debu halus yang berbahaya.
Dampak:
-
Risiko kesehatan operator
-
Penurunan umur mesin
-
Kontaminasi area produksi
Solusi:
Pasang dust extraction system dan filtrasi udara yang sesuai standar industri.
6. Penggunaan Coolant yang Tidak Tepat
Tidak semua material komposit cocok dengan coolant berbasis cairan.
Dampak:
-
Resin rusak
-
Permukaan material berubah
-
Adhesi lapisan melemah
Solusi:
Gunakan dry machining atau pendinginan udara, kecuali material secara spesifik mendukung coolant.
7. Mengabaikan Keausan Tool
Sifat abrasif komposit membuat cutting tool lebih cepat aus dibanding machining logam.
Dampak:
-
Dimensi produk tidak konsisten
-
Kualitas permukaan menurun
-
Risiko kerusakan mesin
Solusi:
Lakukan inspeksi tool secara berkala dan terapkan manajemen umur tool yang ketat.
8. Tidak Memperhatikan Arah Serat Material
Arah serat sangat memengaruhi hasil machining.
Dampak:
-
Tear-out pada permukaan
-
Potongan tidak rapi
-
Kekuatan produk berkurang
Solusi:
Sesuaikan strategi pemotongan dengan orientasi serat material.
Kesimpulan
Kesalahan dalam CNC machining material komposit umumnya terjadi karena pendekatan yang disamakan dengan machining logam. Padahal, material komposit membutuhkan strategi khusus mulai dari pemilihan tool, parameter mesin, hingga sistem penjepitan dan pengendalian debu.
Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kualitas produk akan meningkat, umur mesin lebih panjang, dan proses produksi menjadi lebih efisien.
